Wahai orang yang mencari keabadian bukan pada tambangnya! Wahai orang
yang memperkirakan keselamatan dalam jalan penuh rintangan, bersegeralah! Sebab
setiap hari umurmu selalu dihancurkan oleh tukang bangunan. Bukankah akhir dari
sebuah keabadian adalah kefanaan? Dan cukuplah akhir sebagai batas.
Wahai manusia! Petunjuk yang paling tahu dengan jalanmu adalah hatimu
dan yang paling bodoh terhadap jalan adalah jiwamu. Berjalanlah di atas
kesepakatan hati, bukan di atas tujuan jiwa. Wahai orang yang memiliki hasrat
yang rendah, tumpangilah kenderaan kesungguhan meskipun perjalanan malam begitu
panjang. Tanda-tanda tufik adalah terlepasnya ikatan-ikatan keterlambatan. Dan
tanda-tanda kehinaan adalah begadang malam dalam angan-angan.
Wahai orang yang mencintai dunia! Harga dirimu adalah seperti yang
engkau cinta, jika hasratmu tinggi tentu engkau akan tinggi dari dunia.
Fatamorgana ketamakan telah menipumu, maka kamu pun tewas karena lekas dahaga.
Sudah sering engkau bertekad untuk taat dan taubat, padahal Laila hawa nafsu
tidak melihat taubat bermalam dalam kerinduan dalam slogan Uwais.
Namun ketika pagi datang, ia malah menempuh jalan Qais, sehingga
simpul-simpul tekad yang kuat terbuka satu-persatu. Kegilaanmu adalah suatu
kegilaan bukan kerinduan, Sang tabib mengobati kegilaan dari kegilaanku.









0 comments:
Post a Comment