Orang yang cerdas adalah yang
berfikir setiap kali berzikir,
dan berzikir setiap kali berpikir.
Dengan demikian,
kalbu mereka bersih, sehingga semua
ucapan yang keluar
dari lidah, pasti mengandung hikmah.
Seorang hamba berada diantara Allah
dan nafsunya.
Jika dia membela nafsunya, dia
menjadi hambanya,
sedangkan jika dia membela Allah,
maka dia menjadi hamba-Nya.
Nafsu merupakan medan pertempuran
kita,
tanpa nafsu kita laksana malaikat.
Orang yang berkata bahwa dirinya
pandai,
dia pasti bodoh.
Orang yang berkata bahwa dirinya
akan masuk syurga,
dia pasti masuk neraka.
Allah telah menghidupkan bumi
setelah awalnya gersang,
Dia juga menghidupkan hati dengan
iman dan hidayah,
setelah awalnya keras membatu karena
maksiat.
Allah memasukkan cahaya ke dalam
hati yang mati,
setelah awalnya terkunci tanpa di
masuki oleh sesuatu.
Berfikir tentang sifat Allah dan
menghitung-hitung pengaruhnya,
di dalam kehidupan sehari-hari dan
dalam perjalanan waktu,
akan melahirkan rasa gelisah dan rasa
takut,
yang mendorong seseorang untuk
bersifat “wara’”.
Jika seorang hamba meminta,
Segala yang dia butuhkan kepada
Allah,
berarti dia menampakkan kebutuhan
kepada-Nya,
karena itu dia pasti dicintai Allah.








0 comments:
Post a Comment